Pages

Saturday, May 18, 2013

Pandangan saya mengenai Islam Sejati

Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur'an

Sebelumnya saya mohon maaf jika diantara pembaca sekalian ada yang tersinggung dengan tulisan saya ini dan jika diantara pembaca sekalian memang belum open minded silahkan close page ini. :D

Saya adalah seorang Kristen, hari ini saya mendengar khotbah di gereja pada kebaktian kaum muda bahwa seorang muslim sejati adalah seorang muslim yang benar-benar mengerti akan keempat kitab yang dipercaya dan imani yaitu Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur'an.


Tetapi yang saya tahu sangat jarang sekali umat muslim di dunia membaca keempat kitab ini saya hanya tahu Alm. Gusdur lah yang mengetahui isi keempat kitab ini sehingga dia menjadi orang yang bijak/tidak fanatik (ini menurut saya), mereka rata-rata hanya membaca 1 kitab saja yaitu Al Qur'an yang katanya merupakan kitab penyempurna seluruh kitab yang ada. Secara gamblangnya saya berfikir itu hanya kitab PENYEMPURNA jika ada ajaran/titah-titah/firman Allah yang tidak ada di kitab-kitab sebelumnya maka disempurnakan di Al Qur'an, lalu bagaimana bisa dibilang sempurna kalau hanya mengamini atau membaca atau mempelajari proses akhirnya saja?proses dari awal pertengahannya tidak dipelajari?bagaimana seseorang bisa menyebut dirinya islam sejati,padahal jelas-jelas mereka diajarkan untuk mengerti keempat kitab bukan hanya satu?sesuai dengan 6 rukun iman. Maka dari itu, menurut saya, baiknya saudara-saudaraku sekalian membaca keempat kitab ini tanpa menutup mata kalian dan tetap meyakini iman saudara. Karena setahu saya, membaca 1 kitab saja kalian masih 'menutup mata' untuk bagian-bagian tertentu :D.

Saya juga berpendapat bahwa orang-orang yang melakukan jihad dengan bunuh diri dan mengatakan Allahu Akbar dan meyakini bahwa itu adalah kehendak Allah merupakan orang-orang yang sebenarnya sama sekali tidak mengenal ajaran agama Islam. Mereka yang fanatik terhadap agama lain (bukan hanya kristen) saya berpendapat mereka juga tidak mengenal Islam.

Dan yang masih jadi pertanyaan saya adalah?bagaimana seseorang bisa disebut haji/ustad hanya karena dia pernah naik haji atau karena dia sering ceramah?bukan karena dia telah mempelajari ajaran agama tersebut secara khusus. Seperti seorang pendeta atau pastur yang harus sekolah terlebih dahulu untuk mendapat gelar pendeta. Tetapi ada jg pendeta yang mengangkat dirinya sendiri sebagai pendeta hanya karena dia bilang dia mendapat wahyu dari Allah, tapi mohon maaf, untuk pendeta-pendeta yang seperti itu saya tidak simpatik :D soalnya biasanya dalam pelayanannya pun dia menceritakan dirinya bukan Allah. Mungkin ini juga dialami oleh umat lain :D

Saya yakin seluruh agama yang mengajarkan untuk mengenal Allah pasti diajarkan untuk saling menghasihi,baik sesama manusia, lingkungan dan seluruh bumi yang Tuhan berikan kepada kita.

Bisakah kita dapat saling menghasihi?
memang menjadi Islam sejati itu tidak mudah, sama seperti menjadi orang kristiani itu juga tidak mudah, menjadi seorang yang serupa dengan Allah itu sangat sangat sangat sangatlah susah, mungkin bagi agama yang lain pun begitu, untuk menjadi seperti 'sosok yang kita kagumi' susah sekali. Maksud saya bukan benar-benar seperti Allah, tapi ajaran-ajaran Allah dapat kita jalani, untuk saling memaafkan, mengasihi, mengampuni, dsb.

Untuk itu untuk saudara-saudaraku janganlah pernah mendeskriditkan/mengucilkan/memojokkan/menjelek-jelekkan agama lain.
Kita tidak tahu mana yang benar di dunia ini, yakinilah iman kalian dan terus tetap saling mengasihi. Jangan sampai pihak-pihak yang ingin melihat kita bertengkar dan membuat kita bercerai berai tertawa di sana, apalagi sang iblis. :D

Selamat saling mengasihi semua saudara-saudaraku dan semoga kita dapat menjadi orang-orang yang setia sampai pada akhirnya.

No comments:

Post a Comment